Maumere - SMP Negeri Alok
Presisi adalah Program
Penguatan Karakter Siswa Mandiri Melalui Kreasi Seni. Program ini lahir dari pemikiran bahwa seni atau budaya
bisa menjadi metode dalam proses pembelajaran sehingga dianggap mampu memecah
permasalahan pada pendidikan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI kembali melakukan
inovasi dalam meningkatkan daya pembelajaran pelajar-pelajar di seluruh
Indonesia. Kali ini, inovasi pembelajaran tersebut dilakukan dalam program yang
disebut presisi atau penguatan karakter siswa mandiri melalui kreasi seni. Pada
kesempatan ini SMP Negeri Alok menjadi salah satu sekolah yang mendapat
kesempatan untuk mejalankan program Presisi.
Secara teknis kegiatan ini akan dilakukan oleh supervisor
yang menyelenggarakan TOT (training of trainer) kepada fasilitator yang berada
di SMP Negeri Alok di Kabupaten Sikka. Kemudian, fasilitator di setiap sekolah
menyelenggarakan TOT untuk guru pendamping program presisi. Adapun Program Presisi
yang dilakukan sebagai berikut :
1.
Proyek PRESISI SENI
RUPA dengan wawancara dan kunjungan ke Gallery Dan sanggar lukis milik Pak
Sisco, bersama pak guru Fyan dilaksanakan Senin, 16 Oktober 2023.
2.
Proyek Presisi"
Observasi
Tempat Pembuangan Sampah Yang
Berlokasi Di Waturia Kecamatan Magepanda. Bersama
pak Ophe dan peserta didik kls 7 dilaksanakan Sabtu,
14 Oktober 2023.
3.
Proyek PRESISI Proses
apresiasi bunyi Gong waning yg di terjemahkan ke dalam alat dan bahan yg baru
sebagai bahan dasar ke tahap pengembangan musik. Bersama Pak Lorens dan peserta
didik kls 7.
4.
Proyek Presisi pembuatan Lekun makan khas sikka
oleh Peserta didik kls 7 bersama Ibu Nelvi.
Program ini merupakan
implementasi dari pandangan pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan Driyarkara.
Keduanya menitikberatkan pendidikan berpusat pada anak (siswa).Dalam modul
presisi yang merupakan pandangan Ki Hadjar Dewantara menyebutkan, bahwa
pendidikan adalah tuntunan segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar
mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai
keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.
Presisi
hadir dalam rangka mewujudkan pendidikan dalam kerangka pemikiran Ki Hadjar
Dewantara dan Driyarkara. Oleh karena itu, semua program pembelajaran
diharapkan lahir dari proses refleksi siswa terhadap lingkungan hidupnya.
Dengan skema diantaranya proses, refleksi potensi siswa, dan potensi lingkungan
dengan melakukan riset (observasi dan menemukan sumber belajar). Kemudian,
siswa akan mendapatkan hasil temuan yang kemudian menjadi ide karya yang dapat
dievaluasi. Semua dilakukan secara kontekstual. Guru dalam program presisi
bertransformasi menjadi mentor sekaligus fasilitator.
